Penyebab Timbulnya Rambut Rontok
Penyebab Timbulnya Rambut Rontok
Memang benar bahwa pria lebih mungkin untuk kehilangan rambut daripada perempuan, sebagian besar karena kebotakan. Tapi, rambut menipis dan rontok juga sering terjadi pada wanita. Alasannya berkisar dari yang paling sederhana dan sementara seperti kekurangan vitamin, hingga ke masalah yang lebih kompleks, seperti tanda dan gejala dari suatu penyakit. Berikut penyebabnya :Stress
Segala macam trauma fisik dari
mulai stress berat, pascamelahirkan, kecelakaan, penurunan berat badan
signifikan, atau penyakit serius, bahkan flu, hingga faktor emosional
seperti perceraian, berkabung, atau tekanan pekerjaan, bisa menyebabkan
rambut rontok dalam jumlah besar walaupun hanya berlangsung sementara.
Ini disebut juga telogen effluvium.
Wanita yang
mengalami telogen effluvium umumnya menyadari kerontokan rambut enam
minggu hingga tiga bulan setelah pengalaman stress berat.
Siklus
hidup rambut memiliki tiga fase penting: masa pertumbuhan, masa
istirahat, dan masa rontok. Stress berat bisa mengganggu siklus rambut,
sehingga mempercepat rambut mengalami kerontokan. Tandanya bisa dari
helai rambut rontok dari akar (memiliki ‘kantung’ lonjong seperti bohlam
di ujungnya). ‘Kantung’ ini berarti rambut tersebut telah melalui
keseluruhan fase pertumbuhan, mengindikasikan siklusnya telah dipercepat
akibat pengaruh stres.
Anemia
Hampir 1 dari 10 wanita berusia 20-49 tahun mengalami anemia akibat defisiensi zat besi.
Wanita
yang memiliki perdarahan menstruasi hebat atau tidak mencukupi
kebutuhan zat besi akan cenderung mengalami anemia. Anemia akibat
kekurangan zat besi menyebabkan kelelahan yang amat sangat, lemah tubuh,
dan kulit memucat. Anda juga mungkin akan mengalami sakit kepala
berulang, sulit konsentrasi, telapak tangan dan kaki dingin, serta
rambut rontok.
Gangguan kelenjar tiroid
Hypotiroidisme
adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak bekerja dengan optimal
untuk memproduksi hormon yang terkait dengan metabolisme, serta
pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sementara hypertiroidisme adalah
suatu kondisi medis di mana produksi hormon metabolisme justru berlebih,
sehingga menyebabkan jantung berdebar, diare, mudah marah, gugup, kulit
terasa lembap, lemah otot, dan ekspresi mata yang selalu terlihat
kaget.
Hypotiroidisme mungkin menyebabkan beberapa
gejala, termasuk kenaikan berat badan tanpa sebab, kelelahan, sembelit,
depresi, dan sulit berkonsentrasi. Rambut, kulit, dan kuku mudah rapuh
dan patah. Gangguan tiroid lebih umum ditemukan pada wanita, khususnya
di umur 50-an.
Kedua jenis gangguan tiroid ini bisa menyebabkan Anda mengalami kerontokan rambut.



Tidak ada komentar: